Buku kecil ini berjudul “The Best Advices of Sayyidina Ali for Leader“. Buku ini berisi surat termasyur Amirul Mukminin, Imam Ali bin Abi Thalib kepada Gubernur Mesir, Malik bin al-Harith al-Ashtar, yang berisi prinsip dasar tentang pengelolaan manajemen sebuah pemerintahan.
Berikut adalah nilai-nilai manajemen pemerintahan yang terdapat dalam surat tersebut :
Pemimpin harus mencintai dan mengasihi rakyat jelata. Jangan bersikap kasar dan jangan memiliki sesuatu yang menjadi milik dan hak rakyat jelata. Kepuasan rakyat jelata adalah tujuan. Sesungguhnya kekuatan kaum dan senjata untuk menghadapi musuh adalah rakyat jelata, karena itu jagalah hubungan baik dan perhatikan kesejahteraan rakyat jelata. Rakyat jelata ini yang akan menjadi pembela sejatimu.
Pemimpin harus tepat dalam mengangkat Hakim. Hakim yang dipilih hendaknya orang yang terbaik dari seluruh rakyat, yaitu orang yang berani, tidak mudah diintimidasi, tidak terlalu sering berbuat salah dan jika tergelincir dalam kesalahan ia cepat kembali dan sadar. Jika mengetahui kebenaran, ia tidak keberatan menerima kebenaran itu. Tidak mementingkan diri sendiri, tidak tamak, tidak tergesa memutuskan suatu perkara sebelum melihat semua fakta.
Selalu berpegang pada dalil-dalil, tidak bermuka masam ketika perkataannya dibantah oleh lawan-lawannya. Sabar dalam menghadapi perdebatan terbuka, paling tegas dalam menjatuhkan hukuman. Tidak bisa ditundukkan oleh pujian, tidak goyah oleh rayuan.
Apabila sudah mendapatkan orang yang layak untuk menjadi hakim, penuhilah kesejahteraannya. Dengan begitu ia bisa hidup layak, tenang dan tidak mudah dibujuk dengan iming-iming materi. Berikan hakim itu kedudukan yang tinggi dan lindungilah dari berbagai ancaman.
Pemimpin harus memperhatikan kesejahteraan angkatan bersenjata. Para tentara adalah benteng masyarakat dan penjaga martabat negara. Tanpa tentara atau angkatan bersenjata, negara tidak akan pernah tegak berdiri. Sebaliknya tanpa dukungan dari negara dalam bentuk biaya atau lainnya angkatan bersenjata tidak akan ada. Untuk itu perhatikanlah kesejahteraan para tentara.
Pemimpin harus mengawasi kinerja para petugas pajak. Sebab bagusnya kinerja mereka adalah kebaikan bagi semua. Rakyat sangat bergantung pada pajak dan para petugasnya. Pajak hanya dapat dipungut jika bumi sudah makmur. Bila seorang pemimpin memungut pajak tanpa memakmurkan bumi, maka pemimpin itu telah merusak negara dan menghancurkan rakyat.
* * *
Sekarang mari kita amati kondisi saat ini, apakah para pemimpin di negeri kita sudah berpihak pada rakyat jelata ? Apakah para pemimpin sudah memilih Hakim dan penegak hukum dengan tepat ? Apakah angkatan bersenjata kita sudah sejahtera dan apakah para petugas pajak sudah diawasi dengan seksama kinerjanya ? Semoga pesan Ali bin Abi Thalib tentang manajemen pemerintahan ini, dapat dijadikan panduan bagi para pemimpin dan calon pemimpin di negri tercinta ini.